Haah... ngepost apalagi ya. Ga tau nih bingung, lagian ga ada
yang baca pun. Tapi tetep ngepost meskipun ga ada yang baca ato coment (hhaaaaaa... :'( sedih dalam hati).
Well, setelah dapat referen. Aku putusin buat ngepost cerita serem. Masih coba2 sih ini berdasarkan kisah nyata sendiri dan sedikit mitos. Hehhehe percaya ga percaya... terserah.
Cuuss mulai...
Cerita ini waktu aku masih kelas 1 dan 2 SD. Aku besar di Jawa timur dari bayi sampai 5 tahun(TK) setelah masuk ajaran baru kelas satu aku di sekolahkan di jawa tengah (rumah nenek kakekku) tepatnya. Tapi, tidak di tengah kota melainkan di desa. Desa Kliwonan, yap disana aku bersekolah dari kelas 1 sampai kelas 2 (jika ada yang tanya dimana crita seremnya. Tahan rasa penasaran anda, kita flashback dulu). Tau kan yang namanya didesa tu pasti banyak tempat yang kadang tidak boleh sembarang ucap (ngomong), nglakuin sesuatu, ataupun yang lainnya. Meskipun tempat itu ramai pun yang namanya tempat angker ya tetep aja tetap angker. Ajaran tahun baru untuk kelas 1 pun dimulai, tentunya belum banyak temanteman yang aku kenal. Terlebih aku orangnya pemalu. Singkatnya lama-lama pun saling kenal. Tak banyak yang aku tahu tentang sekolah ku dan desa yang baru saja aku tempati. Rasa keingintahuanku muncul, karena kelas ku di depan jadi aku tidak tahu kalo ada 2 kelas lagi dibelakang. Sepulang karena penasaran aku iseng-iseng pergi ke sekolah lagi karena sekolahku nggak jauh dari rumah.
"Mau kemana?" Tanya Idwan
"Mau lihat kebelakang". jawabku
Well, setelah dapat referen. Aku putusin buat ngepost cerita serem. Masih coba2 sih ini berdasarkan kisah nyata sendiri dan sedikit mitos. Hehhehe percaya ga percaya... terserah.
Cuuss mulai...
Cerita ini waktu aku masih kelas 1 dan 2 SD. Aku besar di Jawa timur dari bayi sampai 5 tahun(TK) setelah masuk ajaran baru kelas satu aku di sekolahkan di jawa tengah (rumah nenek kakekku) tepatnya. Tapi, tidak di tengah kota melainkan di desa. Desa Kliwonan, yap disana aku bersekolah dari kelas 1 sampai kelas 2 (jika ada yang tanya dimana crita seremnya. Tahan rasa penasaran anda, kita flashback dulu). Tau kan yang namanya didesa tu pasti banyak tempat yang kadang tidak boleh sembarang ucap (ngomong), nglakuin sesuatu, ataupun yang lainnya. Meskipun tempat itu ramai pun yang namanya tempat angker ya tetep aja tetap angker. Ajaran tahun baru untuk kelas 1 pun dimulai, tentunya belum banyak temanteman yang aku kenal. Terlebih aku orangnya pemalu. Singkatnya lama-lama pun saling kenal. Tak banyak yang aku tahu tentang sekolah ku dan desa yang baru saja aku tempati. Rasa keingintahuanku muncul, karena kelas ku di depan jadi aku tidak tahu kalo ada 2 kelas lagi dibelakang. Sepulang karena penasaran aku iseng-iseng pergi ke sekolah lagi karena sekolahku nggak jauh dari rumah.
"Mau kemana?" Tanya Idwan
"Mau lihat kebelakang". jawabku
"Nggak usahlah, mendingan pulang aja" ajak Idwan sambil menariku.
Aku pun heran dan bertanya, "emanganya kenapa sih?"
Idwan pun bercerita kenapa aku dilarang melihat kelas bagian belakang. Idwan bercerita bahwa "setiap kali jam sekolah usai kelas yang ada di belakang (yaitu kelas 5 dan 6) selalu terdengar suara-suara aneh seperti meja atu kursi yang jatuh ataupun suara ramai anak-anak". Dan itu sering terjadi, mungkin itulah sebabnya tidak ada yang bermain didekat sekolah meskipun dekat dengan rumah para siswa.
"Apa benar ceritamu?" tanyaku
tak selang lama kemudian terdengar suara kursi jatuh keras.
"brrraaaaakkkkk!!!!"
aku kaget mendengar suara tersebut. Dengan jatung berdebar-debar dan rasa penuh ketakutan. aku beranikan diriku untuk melihat ke kelas belakang. Idwan pun mengikutiku. Aku amati sampai ke dalam kelas, tidak ada yang aneh. Meja dan kursi tertata rapi seolah-olah tidak ada yang terjadi.
Idwan berkata, "bener kan ?"
Aku pun terheran, karena ini pertama kalinya seumur hidup aku mengalami hal aneh kayak gini.
"yuk, cepet pergi!" seru Idwan mengajak pergi dari ruangan kelas. Baru beberapa langkah keluar dari kelas terdengar lagi suara keras.
"Braaaaaaaakkkkkkkk!!!!". Aku dan Idwan kaget dan segera pergi lari keluar.
Sekian cerita dariku. Itu memang terjadi lho karena aku ngalamin sendiri. Mohon Maaf bila penulisan kurang rapi dan cerita kurang menarik. Semoga para pembaca mengerti dengan yang saya ceritakan. Bila ada kritik dan saran tulis di coment ya. Terimakasih telah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca. sampai jumpa di cerita selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar